Rabu, 21 September 2016

REVIEW FILM MALAIKAT TANPA SAYAP

Yukk nostalgia film Indonesia yang tayang beberapa tahun silam bareng review Malaikat Tanpa Sayap berikut.

Pemain:
                            Adipati Dolken - Vino

Maudy Ayunda - Mura

Surya Saputra - Amir (Ayah Vino)

Agus Kuncoro - CaloIkang

 Fawzi - Ayah Mura

Kinaryosih - Mirna (Ibu Vino)

Geccha Qheagaveta – Wina


Vino adalah salah satu anak yang menjadi korban broken home. Ayah dan ibunya terpaksa berpisah karena kondisi perekonomian ayahnya, alhasil ibunya (Mirna)  meninggalkan mereka dari tempat kontrakannya tersebut. Berpisahnya kedua orang tua mereka memberikan dampak selanjutnya bagi Vino. Vino  kini terpaksa putus sekolah karena uang SPPnya menunggak 3 bulan. Adiknya (Wina) mengalami kecelakaan dan kakinya harus dioperasi apabila tidak ingin di amputasi. Dengan keadaan seperti ini, Vino berjumpa dengan Mura yang sedang duduk di ruang tunggu Rumah Sakit tempat adiknya sedang dirawat. Selain bertemu dengan Mura, Vino pun bertemu dengan Calo, seorang makelar organ tubuh manusia. Si Calo menjelaskan bahwa dirinya akan memberikan uang banyak jika dia mau mendonorkan salah satu organ tubuhnya. Disitulah Vino harus berfikir keras dengan tawaran Calo tersebut.

Cerita Malaikat Tanpa Sayap yang dibuat oleh Anggoro Saronto ini berdurasi sekitar 100 menit. Masih banyak bolong-bolong dan kurang menarik, namun dapat teratasi kembali dengan adegan berikutnya. Konflik yang terjadi pun cukup masuk akal dan bisa terselesaikan dengan baik. Namun sayangnya cara penyelesaian akhir film ini terasa begitu berlebihan dan memaksa sekali. Belum lagi karakter-karakter yang berperan disini pun tidak begitu banyak. Jadi kefokusan penonton untuk mengetahui siapa saja yang terlibat di film ini masih dalam tahap biasa. Ada beberapa karakter yang nampaknya mengganggu bahkan tidak penting berada di film ini. Seperti kasir rumah sakit yang begitu bawel dan overacting di film ini.

Para pemain di film Malaikat Tanpa Sayap nampaknya cukup pas membawakan karakternya di film ini. Seperti Surya Saputra sebagai mantan orang kaya yang harus terpuruk dengan masalah perekonomian dan keluarga sangat pas dengan mimik dan gaya tubuhnya. Walaupun di beberapa adegan ada kostum yang terlalu mahal atau eksklusif untuk orang yang baru saja terpuruk. Sayangnya disini Surya Saputra kurang berwibawa atau gentle dalam memainkan posisi sebagai Ayah. Sedangkan Adipati Dolken kurang menghayati posisinya ketika berdialog dengan Maudy Ayunda.
Maudy Ayunda yang merupakan pemanis dari film ini bermain dengan bagus. Gaya anak muda sekarang dengan kostum casual dan kamera lomo digantung serta ipad yang selalu dibawa kemana pun dia pergi. Tapi disini saya merasa kasihan dengan karakter yang diperankan oleh Maudy Ayunda karena tidak memiliki banyak teman. Apakah karena dia homeschooling jadi tidak memiliki teman satu pun?

Chemistry diantara Maudy dan Adipati nampaknya pas untuk mereka berdua. Kekurangan mereka berdua cuma di intonasi saja, karena ada adegan yang dialognya kurang jelas dari Adipati Dolken. Dari setiap Film pasti memiliki pesan pesan positif bagi para penontonnya. Begitu pula dengan Film Malaikat Tanpa Sayap yang memiliki pesan pesan untuk tetap berjuang dalam hidup, selalu bersyukur dengan apa yang Tuhan berikan. 

TMY

Reaksi:

4 komentar: