Finger Kine Klub

Finger Kine Klub

Fakultas Ekonomika dan Bisnis

Universitas Kristen Satya Wacana

Pancasila

INDONESIA

Kamis, 15 Oktober 2015

Periode 2015-2016


Fungsionaris FINGER KINE KLUB
Periode 2015-2016

Badan Pekerja Harian (BPH)
Ketua              : Jane Christella Sharleen

Sekretaris        : Joko Supriyanto

Bendahara       : Debby CR Pandiangan

Divisi Produksi dan Film
SamuelGheri Yuwana (Koordinator)


Divisi Properti
TommyAji Nugroho (Koordinator)



Rabu, 14 Oktober 2015

SERTIJAB 2015


Sabtu-Minggu, 10-11 Oktober 2015  Finger Kine Klub mengadakan acara Sertijab (Serah Terima Jabatan) yang berlangsung di Kopeng. Sertijab ini diikuti oleh para fungsionaris Finger Kine Klub yang baru maupun yang telah lengser (baca: pendahulu). Acara ini sebenarnya lebih bertujuan untuk mengakrabkan para fungsionaris Finger supaya dalam mengurus Finger ke depannya dapat bekerjasama dengan baik.
Sesampainya di Kopeng, tempat berlangsungnya acara, kita segera menuju kamar untuk beristirahat sejenak setelah melampui perjalanan sekitar setengah jam. Setelah itu kita semua bergegas untuk mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk acara. Sementara para cewek menyiapkan makanan, para cowok ini menyiapkan api unggun. 


Karena waktu sudah mulai malam, makanan dan api unggun pun sudah siap, kita pun berkumpul untuk acara selanjutnya. Acara ini dimulai dengan video kejutan dari para fungsionaris Finger untuk para pendahulu finger. Nah, setelah itu acara dilanjutkan dengan games dari Hadi Wijaya, selaku Ketua Finger periode lalu. Games ini membagi peserta menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok harus bisa memecahkan cara agar sebuah kertas kecil bisa memasuki tubuh kak Hadi. 


Acara dilanjutkan dengan sharing-sharing para pendahulu dan fungsionaris finger. Nah, di acara ini lah semua anggota yang hadir harus berdiri di depan untuk sharing pengalaman selama mereka bergabung dengan finger. Acara ini tentu saja yang yang paling mendebarkan dan menciptakan suasana yang tak terlupakan pastinya. Karena jawaban dan pertanyaan yang tak terduga dari masing-masing orang itulah yang dapat menciptakan suasana malam menjadi penuh canda dan tawa. :D Sementara yang lain tengah asyik sharing, kita juga asyik bakar-bakaran makanan yang telah disiapkan tadi sore untuk menu makan malam.
Tak terasa waktu sudah sangat larut malam. Kita juga sudah lelah untuk melanjutkan acara. jadi kita beristirahat untuk melanjutkan acara esok hari.
Keesokan harinya tibalah kita pada puncak acara yaitu Sertijab (Serah Terima Jabatan). Acara dimulai dengan doa dan dari sambutan Hadi Wijaya selaku Ketua Finger periode yang lalu. Kemudian acara dilanjutkan dengan penyerahan jabatan secara simbolis dari fungsionaris periode yang lalu dengan periode baru. Nah, karena Serah Terima Jabatan sudah dilaksanakan, maka fungsionaris baru sudah resmi menjabat sebagai Fungsionaris Finger Kine Klub periode 2015-2016 yang siap mengemban tugas untuk mengurus Finger agar lebih baik lagi kedepannya. SEMANGAT!!






Acara pun selesai dan ditutup dengan foto bersama dan toss finger. FINGER KINE KLUB CUT!!!!!

---NSA---

Sabtu, 20 Juni 2015

Memutar Kembali Tak Selalu Merugi - Pesta Film Solo #5

Hari Sabtu, 13 Juni 2015, enam orang fungsionaris dan anggota Finger Kine Klub pergi ke Solo untuk menghadiri undangan kegiatan Pesta Film Solo #5 yang berlangsung di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah. Acara yang diselenggarakan oleh Kine Klub Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta (FISIP UNS) ini menayangkan 20 film yang terdiri dari 5 Film Utama, 6 Film yang dibuat oleh orang Solo, dan 9 film hasil karya Komunitas. Acara berlangsung 3 hari dari tanggal 13 sampai 15 Juni 2015.


Diskusi bersama sutradara film Pilkosis dan Film Adalah Hidupku
Foto: Div. Eksternal
Acara dimulai dengan Pemutaran Film Komunitas yang diawali dengan kata sambutan oleh ketua panitia. Dilanjutkan dengan pemutaran film "Pilkosis" yang disutradarai oleh Akhmad Nawawi. Film dokumenter ini menceritakan tentang pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS di SMKN 1 Kebumen. Selanjutnya, pemutaran film yang berjudul "Film Adalah Hidupku" yang disutradai oleh Narindro Aryo Hutomo yang menceritakan tentang kisah pribadi sang sutradara dengan adiknya yang berusaha membuat film dengan peralatan seadanya. Film ini mengundang gelak tawa akibat ulah dari aktor yang diperankan oleh sutradara itu sendiri.Film komunitas yang terakhir di sesi ini berjudul "Kremi". Teater Arena dibuat tertawa oleh film yang disutradarai Mahesa Desaga ini. Film yang menceritakan tentang seorang supir truk yang ingin melampiaskan hasrat seksualnya dengan sang istri, yang selalu terganggu oleh anaknya yang sedang terkena penyakit Kremi. Acara dilanjutkan dengan Diskusi film bersama sutradara film Pilkosis dan Film Adalah Hidupku.

Acara dilanjutkan dengan Pemutaran Film Komunitas yang kedua. Film yang diputar pertama adalah film "Simbiosis" yang disutradarai oleh Wiranata Tanjaya yang menceritakan tentang petualangan kakak beradik yang menelusuri pulau untuk mencari harta karun. Selanjutnya, film "Kampung Tudung" yang disutradarai oleh Yuni Etifah yang menceritakan tentang kampung Grujugan yang merupakan kampung halaman dari sang sutradara, merupakan kampung pengrajin tudung yang mata pencaharian utama warga kampung Grujugan adalah sebagai pengrajin tudung. Lalu, film terakhir di sesi kedua ini berjudul "Tak Kunjung Berangkat" yang disutradarai oleh Wimar Herdanto yang menceritakan 2 orang yang ingin pergi ke planet mars dan venus karena sudah tidak nyaman dengan kehidupan manusia di bumi. Acara pemutaran film komunitas sesi kedua ini diakhiri dengan diskusi bersama sutradara dari film kampung tudung dan tak kunjung berangkat yang saling berbagi tentang film yang mereka buat.


Diskusi Film bersama para sutradara film utama dan
budayawan.
Foto: Div. Eksternal
Sampai pada pemutara utama hari pertama, terdapat 3 film yang bercerita tentang budaya. Film yang pertama diputar adalah film "Ruwatan" yang disutradarai oleh pak Uud Iswahyudi. Dalam film dokumenter tersebut, diceritakan tentang prosesi ruwatan yang dilakukan oleh keluarga Sri Maryati. Ruwatan itu sendiri merupakan sebuah tradisi jawa sebagai rasa syukur dan permohonan orang tua agar anak-anaknya diberi kelancaran dan kemudahan dalam menjalani kehidupannya. Lalu, film kedua dalam pemutaran utama berjudul "Seserahan" yang disutradarai oleh Jason Iskandar, yang menceritakan tentang acara pernikahan budaya jawa, dimana sang mempelai wanita menunggu kedatangan sang mempelai pria. Lalu film terakhir yang menurut kami cukup menarik adalah film "Mak Cepluk" yang disutradarai oleh Wahyu Agung Prasetyo. Film ini menceritakan sekelompok anak yang terdiri dari 6 anak laki-laki dan seorang anak perempuan yang bermain pletokan, salah satu permainan JaDul. Budaya bermain pletokan dipadukan dengan munculnya iPad sebagai alat komunikasi dua orang anak dalam film tersebut membuat film ini terasa unik. perbincangan mereka soal wanita yang selalu kalah juga menambah seru film yang berdurasi 12 menit ini.


Temu Komunitas
Foto: www.instagram.com/wolfycrew
Setelah pemutaran utama, acara dilanjutkan dengan Diskusi yang bertema "Dimanakah Budaya?" bersama ketiga sutradara film utama dan seorang budayawan. Diskusi berjalan sangat seru melihat budaya semakin hari semakin pudar dan digantikan oleh budaya yang baru. Setelah diskusi berakhir, acara dilanjutkan dengan Temu Komunitas, dimana komunitas-komunitas film yang berasal dari Bandung - Surabaya berkumpul menjadi satu untuk membahas tentang Sejarah komunitas, fokus komunitas, dan masalah yang dihadapi. Tidak hanya saling berbagi, tapi seluruh komunitas juga saling memberikan solusi untuk masalah yang dihadapi oleh komunitas lain. Temu Komunitas ini mendekatkan komunitas satu dengan komunitas yang lainnya dengan perbincangan hangat dan menggelitik. Setelah acara selesai, seluruh komunitas beristirahat di sebuah kontrakan yang disediakan oleh panitia Pesta Film Solo #5.


Hari kedua tiba, memasuki pemutaran film komunitas yang ketiga, kembali diputar film "kremi", "Pilkosis", dan "Film Adalah Hidupku". Lalu, berselang beberapa menit saja, pemutaran film komunitas sesi ke empat berlangsung. Film yang diputar pertama berjudul "Ndolalak" yang disutradarai oleh Dian Maftukhatim. Film tersebut menceritakan tentang kesenian khas Purworedjo yang bernama Ndolalak. Dilanjutkan dengan pemutaran film "Di Sekitar Televisi" yang disutradarai oleh Theo Maulana, menceritakan tentang keseharian nenek dan cucu nya disebuah rumah dengan Televisi sebagai hiburannya. Film ini terinspirasi dari nenek sang sutradara yang menurutnya kehidupannya sangat datar seperti di filmnya. Dan film terakhir di pemutaran film sesi keempat berjudul "Gundah Gundala" yang disutradarai oleh Wimar Herdanto. Film tersebut menceritakan Gundala seorang Super Hero asli Indonesia yang sedang gundah dan bercerita kepada salah seorang pengunjung warung kopi yang ternyata adalah Gatot Kaca. Film tersebut ingin mengangkat eksistensi Super Hero lokal ditengah maraknya uper Hero buatan Amerika.


Dipemutaran Film Utama hari kedua, diputar film bioskop berjudul "Unlimited Love" yang disutradarai oleh Haryanto Corakh. Film yang menceritakan tentang kekuatan cinta dari sebuah keluarga dan persahabatan ini merupakan film yang terakhir kami tonton di acara Pesta Film Solo #5. Seusai pemutaran film Unlimited Love, kami semua harus kembali ke Salatiga karena masih ada perkuliahan di hari senin.


Dari dua hari mengikuti Pesta Film Solo #5. Kami mendapatkan pengalaman berharga bisa menyaksikan film-film karya komunitas dan berkumpul bersama komunitas-komunitas film yang berasal dari Bandung, Semarang, Yogyakarta, sampai Surabaya. Kami juga berterimakasih kepada Kine Klub FISIP UNS yang telah mengundang kami untuk mengikuti acara Pesta Film Solo #5. Pengalaman tersebut menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkarya lebih baik lagi dan mengapresiasi karya film komunitas di Indonesia.






By:
Anisah Kusuma Dewi,
Elfara Wijaya,
Joko Supriyanto,
George Ardianto Simson Nubatonis,
Aji Kurniawan,
Artanti Retno Pangastuti.

Edited by: AFE - Divisi Eksternal

Rabu, 25 Februari 2015

Workshop Film 2015 "Workshop in Action"

FOTO: Sie. PubDokJin Workshop Film 2015
Lahirnya film-film baru dengan teknik dan unsur cerita yang semakin baik, semakin kita rasakan terutama pada film yang bergenre action. Dimana film tersebut mengalami kemajuan yang sangat pesat, terutama pada manajemen film, blocking kamera, trik dan special effect.
Dengan munculnya sineas muda potensial diharapkan mampu membangkitkan perfilman Indonesia, terutama bagi mahasiswa untuk lebih mengembangkan bakat dan berkarya di bidang perfilman. Sebagai bentuk dukungan terhadap kemajuan sinema Indonesia yang diminati kalangan muda dan mahasiswa, maka Finger Kine Klub Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FKK FEB UKSW) sebagai komunitas film indie pertama di Salatiga mengadakan kegiatan workshop film 2015 yang berlangsung pada 18-19 Februari 2015 lalu. Kegiatan yang mengambil tema “Workshop in Action”ini merupakan workshop film action  yang pertama kali diadakan di Jawa Tengah dan kedua di Indonesia.
FOTO: Sie. PubDokJin Workshop Film 2015
Dengan mengangkat topik tentang Behind The Scene Manajemen Film Action, Make Up Effect Film Action, Blocking Kamera, dan trik film actionFKK mengundang Deswyn Pesik (actor, Founder of Stunt Fighter Community (SFC), Founder of The Real Ation Team) dan Nanda SFX (makeup special effect artist). Dalam kegiatan yang diikuti oleh berbagai komunitas film ini menyajikan proses serta tahapan-tahapan dalam Behind The Scene Manajemen Film Action, Make Up Effect Film Action, Blocking Kamera, dan trik film action yang digunakan.
FOTO: Sie. PubDokJin Workshop Film 2015
Antusias peserta workshop mulai terasa di hari pertama kegiatan workshop pada Rabu (18/2) ketika bang Deswyn beserta team memperkenalkan diri yang dilanjutkan pemberian materi behind the scene manajemen film action oleh bang Heri di sesi I. Sesi II diisi oleh Nanda SFX sebagai pembicara materi make up effect film action. Pada sesi ini peserta dibuat kagum dengan makeup efek luka bakar, luka memar,dan darah.
Sedangkan di hari kedua pada Kamis (19/2) dibuka dengan pemutaran video kegiatan hari pertama dan sedikit profil dan prestasi SFC. Materi blocking kamera, dan trik film action yang disampaikan langsung oleh bang Deswyn Pesik terasa lebih menarik karena setelah menunjukan trik action peserta diajak langsung mempraktekan apa yang telah disampaikan sebelumnya. Antusias peserta juga terlihat ketika sesi tanya jawab dibuka. Kesempatan bertanya langsung dengan bang Deswyn pun tidak disia-siakan oleh para peserta.
FOTO: Sie. PubDokJin Workshop Film 2015
Acara yang diakhiri dengan sesi foto dengan pembicara ini juga diisi dengan penampilan yang mempesona dari komunitas capoeira Ungaran Urban Movement Art (Unban Mortart).


AFE, ARN, ARB, MOY, AYO  -DIVISI EKSTERNAL-

Senin, 12 Januari 2015

Stand by Me Doraemon


Happy New Year!!!

Hallo guys apa kabar diawal tahun 2015 ini? Cie yang udah masuk kuliah lagi. Semangat ya!

Well gimana liburan akhir tahun kemarin?

Ngomong-ngomong tentang liburan akhir tahun. Diakhir tahun 2014 kemarin  film dari Jepang "Stand by Me Doraemon" menjadi tranding topik. Film yang pertama kali rilis 10 Desember 2014 ini menjadi penantian tersendiri dari para penggemar produk Jepang, baik penggemar film, manga, maupun anime. Ada yang mengatakan bahwa ini merupakan film terakhir dari episode Doraemon.



Pada episode Stand by Me Doraemon ini disajikan beberapa adegan mengharukan dan menarik. Stand By Me Doraemon memang bukan hanya sekedar potongan beberapa episode terbaik, namun lebih berfokus pada kisah cinta Nobita dan Shizuka, serta persahabatan antara Doraemon dan Nobita.

Siapapun yang menyaksikan film ini, terutama para penggemar berat film Doraemon pasti masih ingat dengan beberapa adegan mengharukan. Momen paling mengharukan pertama yang dirasa cukup keren dalam film ini adalah pada saat Nobita kecil pergi kemasa depan setelah mengubah wujudnya menjadi Nobita dewasa.
Saat itu, Nobita melihat dirinya menyusul Shizuka dewasa yang pergi mendaki gunung salju sendirian. Ia sempat mengalami beberapa kesulitan hingga akhirnya berteriak untuk mengirimkan ingatan bagi dirinya dimasa depan.



Momen kedua yang juga sama-sama mengharukan adalah ketika Doraemon terpaksa harus pergi ke masa depan arena sang robot kucing dianggap telah sukses membahagiakan Nobita kecil yang dipastikan akan menikahi Shizuka.

Saat itu, Nobita yang meluapkan kegembiraan dengan terbang menggunakan Baling-baling Bambu, disaksikan oleh Doraemon yang duduk sendirian di bawahnya. Sang robot kucing masa depam itu pun bergumam mengucapkan kata-kata yang mengharukan.


Dan beberapa adegan mengharukan seperti ketika Nobita berusaha membuat Shizuka menjauhi Nobita, dan saat Nobita terpaksa harus bertarung melawan Giant tanpa bantuan Doraemon. Keinginan Nobita untuk bisa mengalahkan Giant pun dirasa menjadi satu hal yang bisa membuat kita merinding.

Namun sayangnya film yang banyak diperbincangkan diakhir tahun 2014 ini konon bocor didunia maya. Sayang sekali karena film ini bocor saat rilis di Indonesia dan konon katanya (lagi) ada isu bahwa karena kebocoran ini mengakibatkan pihak distributor Jepang urung mengedartkan duafilm yang sedang dinanti pecinta manga dan anime saat ini. The Last Naruto: The Movie dan versi live action Attack on Titan.

Well guys, semoga kabar ini nggak bener dan para pecinta film, manga, maupun anime Jepang di Indonesia tetap dapat menikmati film produk Jepang itu.

-ARN-