Senin, 17 Maret 2014

Review Film "After Earth" 2013

Kalian tentu tidak asing lagi dengan duet maut anak kecil dan Jackie Chan dalam film fenomenal "Karate Kid" yang ngga bosen jadi trending topic setiap filmnya diputar di bioskop kesayangan anda.

(source:google)

Yap, Jaden Smith kali ini dipercaya oleh tangan dingin sutradara M. Night Shyamalan untuk berkolaborasi dengan ayahnya Will Smith dalam debut berjudul After Earth. Menurut si empunya, dengan memasangkan sejoli ayah dan anak ini tak perlu susah membangun chemistry lagi.karena keduanya pernah membintangi trailer yang sama. Film yang dirilis pertengahan 2013 inimampu menyedot animo masyarakat karena sekilas dari kemasan luarnya film ini terlihat mewah dengan setting alam yang mempesona dan sajian full hi-tech. Bukan rahasia umum lagi, berapa besar budget yang dikeluarkan untuk penggarapan film ini. Meskipun kita tahu... the big project shouldn't spend a lot of money. *catet!

Seperti ide yang ingin diungkapkan Shyamalan, film ini menceritakan kehidupan manusia 1000 tahun kedepan yang tinggal di planet bernama "Nova Prime" karena bumi sudah tidak aman ditinggali. Tahun berlalu, ancaman baru datang dari alien s'krell yang mengirim ursa untuk menguasai Nova Prime. Ursa memperdaya manusia dengan mendeteksi "signal takut" mereka.

Konflik mulai terasa saat misi perjalan ke luar angkasa, pesawat yang ditumpangi sejoli ayah dan anak ini tak kuasa menembus badai asteroid dan terdampar di planet bumi.

Seluruh awak kabin tewas hanya menyisakan chyper yang menderita patah tulang kaki dan Kitai Raige. Situasi ini seakan memutar balikkan peran Kitai yang harus berjuang melawan Ursa sendirian dengan menaklukkan rasa takut dan bumi yang minim oksigen.

At least, pasti banyak yang menyangka film ini penuh dengan adegan yang memicu adrenalin, namun bersiapalah anda kecewa karena film condong pada drama dua tokoh Smith. Sebuah kisah sempit tanpa nyawa yang membawa penonton larut dalam konflik sederhana yang terlalu diulur. So, sediakan 2 gelas kopi untuk mengusir rassa ngantuk di pertengahan film ini.

Banyak hal terkesan tanggung dalam imajiner kita jika harus membayangkan 1000 tahun dunia setelah kita. Saya akan lebi tertarik jika Will Smith berniat untuk meluncurkan buku ketimbang filmnya karena persepsi kita akan lebih tinggi. Ada beberapa scene menunjukkan gambar dimana gunung yang on the way meletus namun disekitarnya masih terdapat tumbuhan hijau, burung, dan binatang lain. Nampaknya, Shyamalan perlu kita ajak observasi ke Gunung Sinabung dan Gunung Kelud mungkin supaya dia tahubagaimana keadaan alam disana.
Oke kita maklumkan saja karena India /Amerika bukan negara yang berada di cincin bencana.

(source:google)

Best scene?
Good job buat adegan menit 39 yang menjadi sebuah gambaran yang total dari akting Kitai Raige. Trik yang disajikan untuk menyulap perangai Kitai yang menua karena kehabisan oksigen, memicu decak kagum menjadi skala kecil yang memikat dibantu dengan chemistry yang bagus anatara ayah dan anak ini.

Well, meskipun keseluruhan setting dinilai nanggung, namun beberapa scene cukup memuaskan dahaga penonton akan film bertajuk action adventure ini.

Farewell buat om Shyamalan, nampaknya dewi fortuna belum berpihak kepada sutradara dari India ini. Ekspektasi karya yangb tinggi masih membayangimu bung. Konsep yang matangdan budget yang tinggi nyatanya tak mampu membantu eksekusi yang baik.

Oke lupakan tentang itu. Kita akan tetap menanti karya film dari Shymalan selanjutnya. Semoga akan hadir lagi karya film spektakuler seperti The Sixth Sense yang mampu mengobati kekecewaan penonton akan film ini.

Ditulis oleh: Maya Ambarsari

(gee_difk)

Reaksi:

1 komentar:

  1. Oh, i like this post. we all know the nba final is going on, i want to see the nice game, and you! yesterday i have a sunglasses to see nba game, all of my friend like it, click here to know about cheap oakley sunglasses!

    BalasHapus