Kamis, 19 Desember 2013

Review Film "5cm"



Mungkin film ini udah tergolong basi kalo gue review sekarang, tapi semua ini gue lakuin demi mengisi liburan gue yang penat dan penuh duka *halah* 

Jauh sebelum film ini dibuat, gue udah baca buku dengan judul yang sama karangan bang Donny Dhirgantoro, yang mana inti ceritanya adalah sekumpulan sahabat yang naik gunung bareng-bareng. Salah satu nilai plus dari buku ini buat gue adalah quotes nya. Yup, sebagai banci quotes sejati, gue selalu nyatet semua puisi atau kata-kata yang menurut gue inspiratif dan bisa gue pake sebagai bahan ngetweet. Saking senengnya sama nih buku, pernah gue jadiin kado ulang tahun buat beberapa temen deket gue.


Eh tiba-tiba setelah bertahun-tahun, ternyata bukunya mau dijadiin film. WOW! Sebenarnya hampir 75% dari ceritanya gue udah lupa, tapi begitu tahu yang main Pevita Pearce sama Raline Shah, gue excited banget. Dan kemudian nge-liat mbak Pevita sama mbak Raline terengah-engah mendaki semeru menjadi fokus utama gue buat nonton film ini.

Gue ulangin lagi.

Pevita Pearce sama Raline Shah..


…..Terengah-engah…..


…..Mendaki gunung.

*bayangin*



*mimisan*

ABIS ITU DIGAMPAR SATU KABUPATEN

- Maafkan aku teman-teman -


Namun pertama-tama, gue ingin memanjatkan ucapan syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa, karena hanya dengan rahmat-Nya gue masih diberi kesempatan untuk menyaksikan dengan mata kepala sendiri sebuah film nasional yang fenomenalistis, fantastisasi, walaupun pas berangkat nonton sempat terjadi kontroversi hati. #DigamparLagi


Akhirnya, gue nonton film ini. Ekspektasi gue ketika film ini mau dibuat adalah wajah para karakter relate-able dengan novelnya, maksudnya nggak cakep-cakep amat.  Namun, gue ngerti lah kenapa Fedi Nuril, Herjunot Ali, Pevita Pearce, Raline Shah, dan Denny Sumargo jadi cast-nya. Yup, marketing. Dan sumpah, mereka itu golongannya CAKEP BANGET untuk ukuran explorer. Tapi gak apalah, Pevita Pearce dan Raline Shah terlihat seperti wanita super yang mampu mendaki semeru, dengan terengah-engah. *mimisan #Konsisten

Keseluruhan film ini menurut gue bagus dan menghibur. Soal pemandangan selama pendakian gak usah dipertanyakan lagi, BAGUS BANGET! Pevita dan Raline Shah yang mendaki dengan pakaian minim nggak mengganggu fokus gue jelas bullshit banget. *plakkk


Dari segi akting menurut gue, yah, lumayan okelah. Tapi karena filmya sendiri alurnya jelas makanya masih masuk batas toleransi. Mungkin karena gue terlalu fokus sama Pevita dan Raline Shah makanya semuanya menjadi lebih mudah untuk dipahami. #DiGampar


Buat gue filmnya lucu sih, banyak adegan konyol yang bikin gue ketawa. Ada adegan yang bikin gue ketawa karena lucu, ada juga adegan yang bikin gue ketawa miris waktu Pevita turun dari tangga dengan kipas angin yang pasti dipasang ditangga buat terbang-terbangin rambutnya melipir dimukanya yang luar biasa cantik. Kenapa miris? Iyalah, mbak-mbak disebelah gue ngoceh sendiri pas adegan itu “Lalu buat apa gue dilahirkan kalo ada orang yang mukanya 100,000 kali lebih cantik dari gue TUHAAAAN!?” Sumpah disitu kotak ketawa gue hamper meledak dibuatnya.


Nah, yang gak enak didenger di film ini adalah para karakter yang sepanjang jalan di film ini ngomongnya asal njeplak, tau-tau pas nyampe puncak jadi puitis-nasionalis gitu. Yah, nggak nyambung ajalah lo yang sepanjang jalan nyablak ngasal berjamaah tau-tau nyampe puncak langsung aja puitis-nasionalis kayak bung Karno jaman mau merdeka dulu. 

Pengalaman gue naik gunung Sikunir di Dieng, normalnya semua yang mendaki bakal terkagum-kagum sama pemandangan yang ada dan makin bangga sama Indonesia yang diwujud-nyatakan dalam bentuk FOTO-FOTO TIADA HENTI. Kerjaan gue setelah balik dari Dieng adalah upload foto-foto keren sunrise di Facebook, Twitter, Instagram, Path, dan berbagai macam jejaring sosial lainnya. Niatnya yah buat pamer. Maklum lah, anak masa kini, vroh!


Menurut gue sih seperti gitu rasa nasionalisme nya lebih realistis. Kalo gue ikut maen mah pasti udah foto-foto bareng Pevita sama Raline #KarepmuSer dan sesegera mungkin cek sinyal, kalo masih ada langsung upload ke Twitter dalam tempo waktu yang sesingkat-singkatnya! Hehe.. *plakk


Tapi namanya juga film, pasti ada maksud dan tujuan yang mulia dibalik itu semua. Amin.
LANJOOOOTTT..


Yang menurut gue menghancurkan cita rasa dalam film ini adalah bagaimana mungkin Pevita Pearce dan Raline Shah tidak mengikat rambut sama sekali? Menurut hasil konsultasi dengan mbah Google untuk mencapai danau Ranu Kumbolo aja kudu jalan kaki 4-5 jam dengan medan yang nggak gampang. Gue waktu naik Sikunir aja meski nggak selama itu, cuman 45 menit aja udah capek sangat, dan penampilan gue saat itu BUSUK BANGET kayak korban bom Hiroshima-Nagasaki, kucel, dekil rambut jadi lepek dan lain sebagainya. Memang sudah rejeki mereka kali ya mukanya nggak bias keliatan busuk, tapi rambut tergerai selama manjat gunung apa nggak rempong? Yang buat epic fail  itu selama pendakian rambutnya tetap tergerai sempurna. Tapi mungkin bisa gue maklumin lagi lah, siapa tau sponsornya dari brand shampoo terkenal yang pengen sekalian ngiklan selama film. Bisa jadi.


Hal berikutnya yang buat gue agak gimana gitu pas mereka udah nyampe di puncak dengan pemandangan surreal dan membuat gue ‘hampir’ captivated, harapan gue yah cuman mereka para karakter pemeran 5 CM yang masuk kamera pada saat itu di puncak Semeru. Ternyata harapan gue sirna dan tau-tau orang di puncak gunung situ kok rame banget!!? Padahal tadi yang naik gunung sampe ketimpuk batu segala cuman mereka mereka ini, tapi kok di puncak tau-tau udah rame kayak iklan kolosal gitu. Epic Fail.




Dan yang selalu menjadi pemikiran gue lagi-lagi mereka yang nyablak ngasal sepanjang perjalanan tiba-tiba berubah puitis nasionalis gimana gitu pas nyampe dipuncak. Ngerti sih, niatnya pengen membangkitkan nasionalisme, tapi gue yakin pasti ada cara yang lebih pas untuk membangun momen itu di scene ini. Epic Fail meneh.



Habis nonton film ini, salah satu temen gue malah jadi super obsessive gimana gitu sama quotes sepanjang film ini. “Lo kebayang nggak kalo lo manjat gunung terus disemangatin ‘Taruh cita-cita kamu 5 cm didepan kamu!" Gitu.” (sambil praktekin taruh jarinya 5 cm depan muka gue).



“YA JERENG DONG LO!”
Kampret emang temen gue haha *ngakak sampe puncak semeru.


Dari perilaku absurd temen gue tersebut, gue nyadar kalo judul 5 cm juga kurang greget. Soalnya nggak semua orang yang nonton film ini udah baca bukunya. Sekali lagi gue ngerti (emang gue orang paling pengertian se-antero jagad persilatan *plakk) kalo ‘taruh harapan/cita-cita 5 cm di depan mata’ yang mana 5 cm nya cuman metafora, tapi nggak cukup kuat untuk merepresentasikan keseluruhan film ini. Gue sendiri kalo disuruh membayangkan sesuatu terpampang nyata 5 cm di depan mata malah kepikiran yang kinky-kinky, hehehee, maafin aku teman-teman.

Okelah, sekian review yang nggak jelas banget dari gue. Untuk overall film 5 cm ini bagus banget, apalagi kak Pevita Pearce sama Raline Shah #TETEP hehehe

Support terus film-film dalam negeri, ojo lali yoo~
(iss_difk/foto: google) 




Reaksi:

13 komentar:

  1. tapi masih ada yg ngejanjel gue soal pevita knp demennya sama fedi nuril, kenape g sama gue aje haha

    BalasHapus
  2. I was quite happy with the article I look at this, quite useful for my blog alat bantu sex.
    Alat bantu sex wanita
    Alat bantu sex pria
    MY BLOG

    BalasHapus
  3. Mens oakley flak jacket sunglasses thus primary is cheapest wholesale sunglasses to provide the items in the outstanding in the given programme. Thus you have to look for the outstanding packers and shifting companies for shifting the items with lot of capabilities and details. Your look for has completed the packers and shifting companies Kolkata and has to provide the buys.

    We are human. Each one of us makes mistakes. Compassion mens oakley flak jacket sunglasses accepts your current circumstances for what they are and allows you space to decide how to move forward in a better way. After reading this I had to take stock of what I am doing in my classes. I was working really hard to open students eyes to the larger world around them, but I wasn't teaching them to lead and mens oakley flak jacket sunglasses I wouldn't say the problems I was having them solve were. interesting.

    On May 5th, mens oakley flak jacket sunglasses I did an article, click here, where I indicated that the end of the share lockup on May 6th, mens oakley flak jacket sunglasses would be a non-event. With TWTR crashing down $6.90 on Tuesday, closing into new lows at $31.85 mens oakley flak jacket sunglasses (drop of 17.8%), it is apparent I was wrong. However, I am not convinced that I mens oakley flak jacket sunglasses was wrong based on the release of the shares from lockup.

    juicy couture,juicy couture outlet Germaine, christian louboutin outlet,louboutin shoes and begs to apologize for the somewhat abrupt manner red bottoms,louboutin in coach outlet store,coach outlet store online which he ralph lauren online shop,ralph lauren received Mr. coach purses outlet,coach purses outlet online Germaine's bottega,bottega veneta polite advances. huarache,nike huarache mens oakley flak jacket sunglasses Mr.

    The mens oakley flak jacket sunglasses Dell Inspiron E1505 notebook computer is able to function whether on sale oakley sunglasses it mens oakley flak jacket sunglasses is plugged into an electric outlet or running off battery mens oakley flak jacket sunglasses power. The Dell Inspiron E1505 Battery is installed in the bottom of the wholesale oakley sunglass computer, and is rechargeable. After regular usage, you may see the length of the battery charge begin to diminish.

    You may have to find a guarantor for your new credit card if you have a bad credit line. A guarantor is another person, who maintains a good credit line, who will vouch for your responsibility. If in the event you are unable to make your payments, the guarantor will have to pick up the slack.

    Not happy memories of the school really, having to learn the catechism and if you were late mens oakley flak jacket sunglasses more than twice in a week having to wash out the inkwells on a Friday after school and they always seem to be stuffed with soggy blotting paper. I don't have any school photos of Lee Green with me in them. People I remember are Eileen Wright and Susan Gibson.

    Lessons from the Tragic Death of Whitney Houston By DeShuna Spencer Like many of you, instead of enjoying the unseasonably warm February weather on Saturday, I spent four hours cooped up in my house watching the funeral of Whitney Houston on CNN. Any of my close friends and family will tell you that I'm not the emotional type, but I wept during the funeral. I didn't know her personally, but I felt like I was one of the 1,500 people sitting in the New Hope Baptist Church pew mens oakley flak jacket sunglasses

    BalasHapus
  4. There are recurrent connections among SILBERSTEINs and the LAQUER family. (1) Here, Philippine LAQUER's mother-in-law turns out to be Caroline (bat Heinrich) SILBERSTEIN. (2) Philippine's father Loeser Joseph LAQUER was a son of Pauline SILBERSTEIN (ca.1764-1832).

    How to fit a Compaq Presario Keyboard discount oakleys If you have a used laptop and you don't have any idea what brand or model it is, you could be in for a ton of trouble if it begins to malfunction. Hardware problems can be extremely troublesome, because you don't know where to go for replacement parts. If the,

    giuseppe shoes Not ray ban outlet to ipad mini cases allow dolphins nfl jersey fleeting nike air max stories, salvatore ferragamo add michael kors bags some chaussure cheap oakleys online timberland unnecessary swarovski online disputes. polo ralph lauren (Semi) hollister crooning ugg song, coach factory online (the pandora city) roshe in north face outlet shallow burberry sale sing ray ban outlet a texans nfl jersey finger replica rolex (smoke) abercrombie fitch cloud, converse a beats by dr dre mean nike mercurial flow clippers jersey (sand). chanel purses Red toms shoes sea, north face jackets there ralph lauren outlet is bills nfl jersey always tiffany jewelry this designer handbags kind eagles nfl jersey of aktienkurse adidas emotion.

    By Duan Yu heart burberry outlet online burst ralph lauren factory store of pandora sad, he said, "Your bride fake oakleys radar path dresses girl friend nike mercurial vapor bell nike free 5.0 Wuliangshan ray bans in to help hold back the Shen Nong, her mother gave me this box, I want to longchamp outlet send to adidas zx flux my dad and beats audio asked him to try to save people ray bans cheap online if dre beats. if vans outlet. red bottom "Then took a ugg australia few steps, oakley the bird will ipad mini cases be ugg australia handed over abercrombie and fitch the gold-tin ray ban outlet locket. Approximately two feet behind her ralph lauren polo walked louis vuitton bags away long champ from ugg australia the mac cosmetics place, louis vuitton outlet suddenly toms shoes smell michael kors uk a cheap nike shoes fragrance, ghd like blue non-blue, coach bags like musk rolex replica non musk, breath, though moncler women jackets not very thick, lululemon but hermes birkin bag the ugg boots faint designer handbags and lifeless, tired tired moment moment, could not nike factory help but louis vuitton outlet stores smell the hearts of a michael kors handbags swing,

    Organizations offered on Thruways and Travel systems are situated high in Gurgaon. Lanes remain the first decision for moving to Gurgaon. The Packers and Movers accessible in Gurgaon offer a naval force of circulated air through and cooled and water-affirmation carriage to move stuffs

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus