Merry Christmas

Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2017

Salatiga

Pemandangan Malam Salah Satu Sudut Kota Salatiga

KUPAS 2015

Produksi Film KUPAS 2015

Finger Kine Klub

Keluarga Finger Kine Klub UKSW Salatiga

Kamis, 06 Juni 2013

Nonton Bareng Terakhir Finger 2012-2013 "A Long Visit"

3 Juni 2013, 18.00, adalah saat terakhir Finger Kine Klub (FKK) periode 2012-2013 dibawah kordinasi divisi produksi dan film mengadakan kegiatan nonton bareng yang dihadiri oleh seluruh anggota Finger (anggota: fungsionaris dan senior). Kegiatan yang diadakan diruang BTSI gedung E UKSW ini menampilkan sebuah film Korea dengan judul A Long Visit.
A Long Visit yang dirilis pada tanggal 22 April 2010 ini diproduseri oleh Yup Sung Yoo. Cerita A Long Visit ini diawali ketika Ji Suk (Park Jin Hee) ingin mengunjungi ibunya (Kim Hae Sook). Dalam perjalana pulang kekampungnya Jisuk teringat akan kenangan masa kecilnya yang sangat disayang oleh ibunya dibandingkan adik laki-lakinya. Jisuk remaja sangat pintar. Sering Jisuk mengantar Ibunya pergi belanja. Dan disana Jisuk sering mendapati ibunya membeli makanan dengan menawar barang lebih murah. Jisuk mulai tidak tahan ketika ayah dan ibunya sering bertengkar hanya karna masalah makanan. Ia sering menangis dan mengasingkan diri untuk bertemu sahabatnya Mijeong. Ia kadang berjanji ketika besar ingin segera kuliah di Seoul dan hidup bebas, dia juga tidak ingin menikah kalau ternyata menikah hanya menyakitkan hati. Jisuk akhirnya mendapatkan beasiswa ke Seoul. Ini kali pertama Jisuk meninggalkan keluarganya. Diperjalanan, Jisuk membaca surat dari ibunya, ia baru sadar ternyata uang yang disisikan ibunya saat belanja di pasar telah dipersiapkan untuk Jisuk. Pada pertengahan film ini, Jisuk menikah dengan lelaki pilihannya yang pada awalnya tidak disetujui oleh orang tua dari suaminya, namun karena rasa sayang ibunya terhadap Jisuk, sang ibu rela berlutut demi kebahagiaan anaknya didepan orang tua suami Jisuk. Dan beberapa saat dari itu, Jisuk mengetahui ayahnya yang dianggap kejam meninggal. Ternyata Jisuk menyayangi ayahnya yang memberikan kehidupan yang keras untuk Jisuk, adik dan ibunya.
Suatu hari Jisuk membuat kunjungan mendadak ke ibunya dan membawanya ke perjalanan untuk membahagiakan ibunya. Dalam kunjungannya, ibunya curiga karna Jisuk datang seorang diri dan terlihat tidak sehat. Ketika ibunya menelepon Junsu, ia memberitahu dengan frustasi bahwa sebenarnya Jisuk sedang mengidap penyakit kanker pankreas stadium akhir.
Akhir dari cerita ini memang menyedihkan disaat Jisuk meninggal. Meninggalkan kepedihan terhadap orang-orang yang disayanginya terutama kenangan terindah yang dilalui Jisuk bersama ibunya. Dalam film ini, lakon yang diperankan oleh ibu Jisuk sangat lucu dan apa adanya ibu yang berasal dari pedesaan sukses membesarkan anaknya yang tidak lupa asal-usulnya. Melalui film ini, semua manusia yang dilahirnya seharusnya mengerti bagaimana sakitnya seorang ibu yang mengandung -/+ 9 bulan dan membesarkan anak yang bandel yang hanya bisa menyakiti hati ibunya, coba saja posisi itu dibalik pasti tidak menyenangkan. Ingat, tidak selamanya kita menjadi anak karena suatu saat kita juga bisa menjadi orang tua yang mempunyai anak. Sebelum menyesal melakukan sesuatu yang buruk, sebaiknya dipikirkan matang-matang supaya tidak ada kata maaf terucap, melainkan kata terima kasih untuk semuanya ibu. Jangan meninggalkan goresan luka dihati seorang ibu, karena itu akan merugikan. Tanamkanlah kebahagiaan dihati orang tua karena itu tidak merugikan.
Photo by Lucky
A Long Visit juga dapat dikatakan last visit (perjalanan terakhir) dari seorang anak yang meninggalkan rumah orangtuanya setelah bertahun-tahun. Film ini juga merupakan last movie (film terakhir) yang dinikmati bersama FKK 2012-2013. Dengan mengambil makna bahwa walaupun kita telah berada jauh bahkan berpisah dengan FKK, kita pernah memiliki kenangan bersama yang membuat perasaan kita bercampuk aduk. Ekspresi tertawa senang, bahagia, cinta, sayang, sedih, sakit hati, marah, galau, menangis, tertekan, semuanya itu pernah kita lalui bersama di Finger. Namun, pada akhirnya kisah yang kita tutup dengan tangisan ataupun beratnya perpisahan akan menjadi kenangan terindah karena kita pernah bersama. Apapun yang telah kita lewati, yang terbaik pantasnya kita petik untuk dikembangbiakan dan yang buruk dapat kita ubah melengkapi benih yang dipetik untuk dikembangkan menjadi lebih matang. Selamat berjuang untuk FKK diperiode selanjutnya. Tuhan Memberkati perjalanan FKK selanjutnya. SALAM SINEAS!! - lcn