Merry Christmas

Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2017

Salatiga

Pemandangan Malam Salah Satu Sudut Kota Salatiga

KUPAS 2015

Produksi Film KUPAS 2015

Finger Kine Klub

Keluarga Finger Kine Klub UKSW Salatiga

Jumat, 29 Maret 2013

Sekilas tentang 30 Maret



Hari ini tepatnya 30 Maret 2013, seharusnya merupakan sebuah tanggal yang tak asing lagi bagi para sinematografer Indonesia. Sejak tahun 1962 oleh Konferensi Kerja Dewan Film Nasional dengan Organisasi Perfilman menetapkan tanggal 30 Maret untuk diperingati sebagai Hari Film Nasional. Tanggal 30 Maret dipilih dengan alasan karena tanggal tersebut adalah hari pertama pengambilan gambar untuk film “Darah dan Doa” atau “Long March of Siliwangi” oleh sutradara Usmar Ismail.


“Darah dan Doa” atau “Long March of Siliwangi” merupakan film lokal pertama yang bercirikan khas Indonesia, disutradarai oleh orang Indonesia, diproduksi oleh perusahaan asli Indonesia yang didirikan sendiri oleh sang sutradara dengan nama Perfini (Perusahaan Film Nasional Indonesia).

Memang industri film nasional telah memulai debutnya sejak 1926 dan sangat berkembang hingga 1942, tapi sayangnya industri film dikala itu masih dikuasai oleh orang-orang belanda dan orang-orang Cina yang hijrah dari Shanghai. Film pertama yang diproduksi saat itu adalah “Loetoeng Kasaroeng”, sebuah film bisu yang dibuat oleh G. Krugers dan L. Heuvedorf yang berkewanegaraan Belanda.

 “Gambar idoep” istilah untuk film yang dipakai saat itu mulai bermunculan dan dinikmati oleh masyarakat di kota-kota besar seperti Batavia, Bandung, dan Surabaya. Saat itu bioskop pun dibagi-bagi berdasarkan ras, bioskop untuk orang Eropa hanya memutar film asing. Sedangkan bioskop orang pribumi dan Tionghoa, akan memutar film impor dan film produksi lokal. Kelas pribumi sering mendapat sebutan kelas “kambing” dikarenakan penonton pribumi sangat berisik seperti kambing.
Seiring perkembangannya, tahun 1955 diselenggarakanlah Festival Film Indonesia (FFI). Festival ini dibagi dalam beberapa kategori termasuk aktor dan aktris terbaik. Pemenang dari FFI akan mendapat piala Citra, sebuah simbol penghargaan bagi insan perfilman nasional.

Tahun 1980-an merupakan era emas film Indonesia. Film indonesia menjadi raja di negeri sendiri, bahkan bintang-bintang besar seperti Onky Alexander, Lidya Kandau, Meriam Bellina, Marisa Haque, Ray Sahetapi dan sebagainya lahir bersamaan dengan larisnya film-film mereka di bioskop.
Sayangnya memasuki akhir tahun 1990-2000, film Indonesia mati suri dengan film-film Hollywood dan Hongkong yang menguasai bioskop. Masyarakat pun beralih ke sinetron, drama-drama ditayangkan di televisi nasional. Namun di awal tahun 2002, film bergenre remaja yang laris manis di pasar mulai membangkitkan kegairahan industri film nasional dengan film Ada Apa dengan Cinta. Sejak saat itu secara perlahan film lokal mulai mengambil posisinya di hati para pecinta film di Indonesia. Tidak hanya film-film untuk tujuan komersil, film independent pun cukup banyak diminati seperti film Beth yang dibintangi Nurul Arifin, Lola Amaria dan Ine Febrianti.

Cerita singkat di atas adalah sekilas tentang bagaimana tanggal 30 Maret ditetapkan sebagai Hari Film Nasional. Namun ada baiknya semangat untuk terus memajukan perfilman Indonesia tidak hanya berkobar-kobar saat tanggal 30 Maret saja tetapi dalam tiap langkah hidup kita sebagai film maker. Apapun karyamu, film panjang, film pendek, dokumenter, fiksi, cinta, drama, teruslah berkarya untuk memajukan perfilman Indonesia. Salam Sinema.

Sumber: Berbagai informasi

Jumat, 15 Maret 2013

Tentang SAFFEST






Salatiga Film Festival (SAFFEST) 2013 tentang pemutaran film komunitas di Salatiga pada tanggal 11 April 2013 dengan konsep mini-workshop tentang management produksi, DSLR dan kekurangannya dengan durasi 45 menit per mini-workshop oleh Radian "Jawa" Kanugroho sebagai producer-director-sound recordist beserta Audevian Monda sebagai commercial director-director of photography dan Haryoko Sani Wiguna sebagai art director. Kegiatan ini diakan dilaksanakan di Balairung Utama - Universitas Kristen Satya Wacana. Untuk formulir pendaftaran bisa langsung diunduh: 




Informasi lebih lanjut (CP):

Lucky      :087733343473 

Hadi        :08996371203