Finger Kine Klub

Finger Kine Klub

Fakultas Ekonomika dan Bisnis

Universitas Kristen Satya Wacana

Pancasila

INDONESIA

Jumat, 30 November 2012

Tentang Sinematografi



Sinematografi adalah kata serapan dari bahasa Inggris Cinematography yang berasal dari bahasa Latin kinema 'gambar'. Sinematografi sebagai ilmu terapan merupakan bidang ilmuyang membahas tentang teknik menangkap gambar dan menggabung-gabungkan gambar tersebut sehingga menjadi rangkaian gambar yang dapat menyampaikan ide (dapat mengemban cerita).

Sinematografi memiliki objek yang sama dengan fotografi yakni menangkap pantulan cahaya yang mengenai benda. Karena objeknya sama maka peralatannyapun mirip. Perbedaannya, peralatan fotografi menangkap gambar tunggal, sedangkan sinematografi menangkap rangkaian gambar. Penyampaian ide pada fotografi memanfaatkan gambar tunggal, sedangkan pada sinematografi memanfaatkan rangkaian gambar. Jadi sinematografi adalah gabungan antara fotografi dengan teknik perangkaian gambar atau dalam sinematografi disebut montase (montage).

Sinematografi sangat dekat dengan film dalam pengertian sebagai media penyimpan maupun sebagai genre seni. Film sebagai media penyimpan adalah pias (lembaran kecil) selluloid yakni sejenis bahan plastik tipis yang dilapisi zat peka cahaya. Benda inilah yang selalu digunakan sebagai media penyimpan di awal pertumbuhan sinematografi. Film sebagai genre seni adalah produk sinematografi.

Berkaitan dengan sinema (perfilman), sinematografi dilihat dari estetika, bentuk, fungsi, makna, produksi, proses, maupun penontonnya. Jadi seluk beluk perfilmam dikupas tuntas dalam sinematografi. Memasuki dunia perfilman berarti memasuki dunia pemahaman estetik melalui paduan seni acting, fotografi, teknologi optic, komunikasi visual, industri perfilman ide, cita-cita dan imajinasi yamg sangat kompleks.

Pemahaman estetik dalam seni (secara luas), bentuk pelaksanaannya merupakan apresiasi. Apresiasi seni merupakan proses sadar yang dilakukan penghayatan dalam menghadapi karya seni (termasuk film). Apresiasi tidak identik dengan penikmatan, karena mengapresiasi adalah proses untuk menafsirkan sebuah makna yang terkandung dalam sebuah karya seni. Seorang penghayat film, terkebih dahulu ia harus mengenal struktur dasar film, mengenal bahasa visual film yang dihadirkan, mengenal konteks audio-visual dan semiotika (system pelambangan) bahasa gambar, mengenal dimensi ruang dan waktu, serta mengetahui azas desain penggarapan film dan karakter setiap unsure pendukungnya.

Pemahaman atau apresiasi film memiliki dimensi logis, sedangkan penikmatan sebagai proses psikologis. Apresiasi film menuntut keterampilan dan kepekaan estetik untuk memungkinkan seseorang mendapatkan pengalaman estetik dalam mengamati karya film. Pengalaman estetik dapat tumbuh pada setiap orang apabila terdapat proses penghayatan yang sungguh-sungguh, terpusat dan pelibatan emosional. Pengalaman estetik merupakan hasil interaksi antara karya film dengan penghayatannya.

Minggu, 11 November 2012

Hallo

OPERATOR TELEPON - Waktu saya masih amat kecil, ayah sudah memiliki telepon di rumah kami. Inilah telepon masa awal, warnanya hitam, di tempelkan di dinding, dan kalau mau menghubungi operator, kita harus memutar sebuah putaran dan minta disambungkan dengan nomor telepon lain. Sang operator akan menghubungkan secara manual. Dalam waktu singkat, saya menemukan bahwa, kalau putaran di putar, sebuah suara yang ramah, manis, akan berkata : "Operator". Dan si operator ini maha tahu. Ia tahu semua nomor telepon orang lain! Ia tahu nomor telepon restoran, rumah sakit, bahkan nomor telepon toko kue di ujung kota.

Pengalaman pertama dengan sang operator terjadi waktu tidak ada seorangpun dirumah, dan jempol kiri saya terjepit pintu. Saya berputar putar kesakitan dan memasukkan jempol ini kedalam mulut tatakala saya ingat .... Operator!!!

Segera saya putar bidai pemutar dan menanti suaranya. " Disini operator..." " Jempol saya kejepit pintu..." kata saya sambil menangis. Kini emosi bisa meluap, karena ada yang mendengarkan. " Apakah ibumu ada di rumah ? " tanyanya. " Tidak ada orang " " Apakah jempolmu berdarah ?" " Tidak , cuma warnanya merah, dan sakiiit sekali " " Bisakah kamu membuka lemari es? " tanyanya. " Bisa, naik di bangku. " " Ambillah sepotong es dan tempelkan pada jempolmu..."

Sejak saat itu saya selalu menelpon operator kalau perlu sesuatu.

Waktu tidak bisa menjawab pertanyaan ilmu bumi, apa nama ibu kota sebuah Negara, tanya tentang matematik. Ia juga menjelaskan bahwa tupai yang saya tangkap untuk dijadikan binatang peliharaan , makannya kacang atau buah.

Suatu hari, burung peliharaan saya mati. Saya telpon sang operator dan melaporkan berita dukacita ini.

Ia mendengarkan semua keluhan, kemudian mengutarakan kata kata hiburan yang biasa diutarakan orang dewasa untuk anak kecil yang sedang sedih. Tapi rasa belasungkawa saya terlalu besar. Saya tanya : " Kenapa burung yang pintar menyanyi dan menimbulkan sukacita sekarang tergeletak tidak bergerak di kandangnya ?"

Ia berkata pelan : "Karena ia sekarang menyanyi di dunia lain..." Kata-kata ini tidak tahu bagaimana bisa menenangkan saya.

Lain kali saya telpon dia lagi. " Disini operator " " Bagaimana mengeja kata kukuruyuk?"

Kejadian ini berlangsung sampai saya berusia 9 tahun. Kami sekeluarga kemudian pindah kota lain. Saya sangat kehilangan "Disini operator."

Saya tumbuh jadi remaja, kemudian anak muda, dan kenangan masa kecil selalu saya nikmati. Betapa sabarnya wanita ini. Betapa penuh pengertian dan mau meladeni anak kecil.

Beberapa tahun kemudian, saat jadi mahasiswa, saya studi trip ke kota asal. Segera sesudah saya tiba, saya menelpon kantor telepon, dan minta bagian

"operator." " Disini operator " Suara yang sama. Ramah tamah yang sama. Saya tanya : "Bisa ngga eja kata kukuruyuk" Hening sebentar. Kemudian ada pertanyaan : "Jempolmu yang kejepit pintu sudah sembuh kan?" Saya tertawa. "Itu Anda ... Wah, waktu berlalu begitu cepat ya?" Saya terangkan juga betapa saya berterima kasih untuk semua pembicaraan waktu masih kecil. Saya selalu menikmatinya. Ia berkata serius : "Saya yang menikmati pembicaraan dengan mu. Saya selalu menunggu nunggu kau menelpon".

Saya ceritakan bahwa , ia menempati tempat khusus di hati saya. Saya bertanya apa lain kali boleh menelponnya lagi. "Tentu, nama saya Saly "

Tiga bulan kemudian saya balik ke kota asal. Telpon operator. Suara yang sangat beda dan asing. Saya minta bicara dengan operator yang namanya Saly. Suara itu bertanya " Apa Anda temannya ?" "Ya teman sangat lama " "Maaf untuk mengabarkan hal ini, Saly beberapa tahun terakhir bekerja paruh waktu karena sakit sakitan. Ia meninggal lima minggu yang lalu..."

Sebelum saya meletakkan telepon, tiba tiba suara itu bertanya : "Maaf, apakah Anda bernama Paul ?" "Ya " "Saly meninggalkan sebuah pesan buat Anda. Dia menulisnya di atas sepotong kertas, sebentar ya....." Ia kemudian membacakan pesan Saly : "Bilang pada Paul, bahwa IA SEKARANG MENYANYI DI DUNIA LAIN... Paul akan mengerti kata kata ini...." Saya meletakkan gagang telepon. Saya tahu apa yang Saly maksudkan.

Pesan: Jangan sekali-kali mengabaikan, bagaimana Anda sudah menyentuh hidup orang lain.

Sabtu, 10 November 2012

LAPORAN FINGER KINE KLUB


Peridoe ini di mulai dengan pelmilihan Ketua baru FINGER KINE KLUB (FKK), waktu itu ketua sebelumnya yaitu IVER IBRAM KONDA (Ketua FKK 2010-2011) mengajukan dua kandidat yang akan menggantikannya sebagai ketua FKK. Dua kandidat tersebu adalah REYN MAXEL PALESE dan BENAYA CHRISMA ADIPUTRA PESUDO, diadakan voting untuk memilih, dan terpilihlah BENAYA C.A. PESUDO sebagai ketua FKK periode 2011-2012.
Pada awal FKK periode 2011-2012 ini Ketua Finger diminta menunjuk BPH, dan menentukan divisi-divisi yang ada di FKK, dapat dilihat sbb:
Susunan organisasi FKK 2011-2012

Ketua                : BENAYA CHRISMA ADIPUTRA PESUDO
Sekretaris          : ASTERITA DESSY PHILIANA
Bendahara         : YOESFINA INFAIRYO MIRINO

Divisi Film dan Produksi
Koord              : HARIYANTO TAN JAYA
Anggota           : SUSENA AGES NUGRAHA, 
                          FRANCKLYN CHRISTIAN KAKISINA, 
                          SYNDI

Divisi Humas
Koord              : WIWIT ANGGREANI
Anggota           : BAYU PRASETYO AJI, 
                          AGUSTINA LARASATI

Divisi Litbang
Koord              : TJEN OKTAVIA
Anggota           : KARTIKA ELCINDY TOGAS

Divisi Property
Koord              : MARCHLANNO DIMAS PUTRA
Anggota           : VIMARA ARDIANSYAH WARDANA, 
                         FEBRIAN KRESNA PERMANA, 
                         CHRISTIAN KURNIA WIBOWO, 
                         JOANDI SUTOMO


Dan setelah itu BPH di minta untuk membuat program kerja untuk periode 2011-2012, setelah diadakan rapat kecil dengan anggota diputuskan untuk mengadakan Salatiga Film Festival (SAFFEST).  Pada awal FKK periode tersebut kami dihadapkan pada festival film documenter UI (Docdays UI) dan kami mengerjakan film berjudul “Indonesia Mini” dan masuk dalam lima besar. Dan juga mengadakan Kegiatan KUPAS dengan ketua SUSENA AGES NUGRAHA untuk pelatihan bagi anggota baru FKK.

Pada awal tahun2012 kami memtuskan untuk memproduksi film pendek yang menjadi focus kerja kami, kira2 bulan maret kami menggarap film berjudul “THIS WAY”, selama produksi banyak kendala namun akhirnya selesai juga (kurang scoring musiknya hehehhehe). Dan tidak lama sebelum itu kami mendapat permintaan dari ibu ESTER TULUNG perwakilan dari GPIB Salatiga untuk membuat film mengenai perjalanan GPIB Salatiga untuk mengisi acara Paskah. Dalam proyek ini kami bekerja sama dengan TEATER AGAPE, produksi ini juga mengalami banyak halangan tetapi dapat terselesaikan sebelum SAFFEST di mulai.

Setelah produksi ini FKK berfokus pada SAFFEST yang diadakan pada tgl 19-21 April 2012, dengan total  film yang ikut dalam lomba sebanyak 24 film. Dengan juri FAOZAN RIZAL dan ARTURO G.P, dengan RAHASIA sebagai film terbaik SAFFEST 2012. Selain itu SAFFEST juga mendatangkan 2 film panjang “NEGERI DI BAWAH KABUT (SHALAHUDDIN SIREGAR) dan MELODI KOTA RUSA 2 (IRHAM ACHO BACHTIAR)”.

Demikian gambaran besar FKK periode 2011-2012.