Minggu, 03 Juni 2012

TESTIMONI FUNGSIONARIS 2011/2012


Benaya ( Ketua Finger Kine Klub) :

Kesan :
"Saya BENAYA C.A PESUDO tidak menyangka dan bahkan sebenarnya enggan untuk menjadi ketua FKK periode 2011-2012, tetapi dari kawan2 yang sudah memilih dan yang tidak memilih saya dan senior2 FKK mendukung dan selalu mensupport saya, saya akhirnya bisa menjalankan tugas sbg ketua dengan kekurangan dan kelebihan yang saya miliki. Banyak hal-hal yang menyenangkan, dan tidak mungkin saya lupakan selama kebersamaan kita di FKK untuk periode 2011-2012. Dan juga ada hal-hal yang sering membuat saya sedih jika melihat hasil produksi yang mungkin masih belum maksimal selama periode ini dan juga sering jadi beban pikiran hahahaha (ketawa dalam hati). Tapi saya salut dengan kawan-kawan yang mau kerja keras untuk FKK periode ini. Terimkasih buat kawan2 semua yang sudah mau kerjasama dengan saya, yang seperti ini orangnya. Hehehe makasih banget pokok’e. Juga terimakasih untuk anggota baru FKK, makasih sudah menambah jumlah keluarga FKK dengan keceriaan dan problem masing2 hahaha (becanda). Oya kok persaan saya di akhir periode ini banyak yang galau ya (bukan hanya karena cewek lho) hahahaha SEMANGAT GALAU MY PREN!!!! (bakalan ada yang kurang dalam kegiatan saya di kampus ini)"

Pesan :
1. MIXED JUICE
2. Jangan Galau2 ya
3. Persiapan dalam produksi dimatangkan lagi, jangan asal jadi dan hajar untuk bikin film.
4. Untuk fungsionaris yang baru (cewek dan cowok) latihan lagi untuk KUPAS berikutnya. Lihat materi yang udah pernah diterima teman2 oke2. Klo bisa tiap anak bisa semua (dari cari ide cerita sampai make up sekali pun).
5. Tetap komunikasi dengan kami yang udah gak di FKK lagi ya kawan2
6. tetap jaga keluarga kecil FKK, jangan sampai terpecah belah, saling terbuka satu sama lain dan mengerti akan satu sama lain. Jangan dipendam dalam hati oke2, mau berbagi itu lebih baik.
Tambahan

KUPAS
untuk wali2 boleh membantu kawan-kawan baru yang sedang pelatihan, kalo memang perlu pegang alat untuk menunjukkan yang benar lakukan itu. Setelah itu biarkan mereka yang mencoba.

SAFFEST
Saran :
1. Untuk juri dan atau tamu dari luar biar di handle per  LO saja (khususnya untuk makan, beri budget tertentu untuk makan agar sie konsumsi tidak kebingungan)
2. untuk sopir antar jemput juri dsb, jangan gunakan sie-sie yang berkepntingan selama acara
3. Jangan lupa LO khusus untuk komunitas2 yang hadir selama SAFFEST jangan dibiarkan saja.

TESTIMONI
Tetep sehat, tetep semangat!




Aster ( Sekretaris Finger Kine Klub) :


Kesan : finger asik kaya keluarga..
            seru bisa saling berbagi cerita
            bisa menambah banyak pengalaman ma teman
            kekompakan ank nya,, (bs bt kangen),,
            finger bisa memberi nilai arti kerja keras dan hasil..
Pesan : 1. bt produksi di mantepin dr persiapan..
            2. bisa lebih saling terbuka
            3. tingkatin lagi karya" yg di hasilkan..
            4. hubungan dengan komunitas di perbanyak
            5, tiap fungsionaris saling berbagi dan berbagii.. baik koordinator dan anak buah nya :
            6. perbanyak ikut festival dan masukin karya Finger...

kurang lebih seperti itu...




Insos Mirino ( Bendahara Finger Kine Klub) :

“ Terima Kasih untuk Finger yang sudah menyatukan kami, mengenalkan kami pada berbagai macam “Jenis” manusia. Klu ada di Finger tuh kesannya seperti makan permen Nano – Nano! Paling manis klu lgy nongkrong sambil bercandaan, paling asa, klu yang lain uda pada bad mood dan marah – marah dan paling asin klo ada yang utang uang kasi lebih dari Rp. 2000,-. So far temen Finger kayak “Rexona “ setia setiap saat. (hahahahah.....:D). Masikan untuk Finger kedepannya paling oba untuk lebih genca berpromosi, walau selanjutnya seleksi alam yang menentukan tapi semakin banyak anggota , akan semakin seru”


Divisi Produksi & Film

Hariyanto (Koord Divisi Produksi & Film)
Testimoni: 
"Seperti kata sesorang, di Finger rasanya sama kaya Nano Nano, ada rasa Asin, Pahit, dan Manis, semua jadi 1 di Finger..
Kita sudah mengalami kemajuan dalam berbagai hal, Produksi film, Wawasan film, Berorganisasi dan Menjalin hubungan yang seperti keluarga...
Nama Finger Kine Klub sudah sangat terkenal dikalangan Sineas Indie Movie..
Jadi, kalau prestasi kita semakin meningkat dan Nama Finger semakin besar..
Berarti saatnya, penerus generasi Finger yang  harus bisa mempertahankan itu semua, dan menjadi lebih baik lagi.. "


Syndi :

"Masukan mungkin udah sekalian sama pesan, butuh banyak belajar..
1.       Mulai lah usda meski blm ada event2 tertentu untuk kas finger,mungkin perlu ada divisi  permodalan wkwk..
2.       Belajar saling menghormati, profesional,tau posisi
saat temanmu baik co/ce atau bahkan orang yg km rasa kurang cocok sm kamu dipilih menjadi pemimpin/koordinator tim hormati keputusannya,
nah untuk itu rapat harus efektif, konsentrasi dengan apa yang dibicarakan, jadi saat diberi waktu menanggapi bisa kita manfaatkan dengan benar, so keputusan yang diambil tadi memang rumusan yang saat itu terbaik dari hasil rapat bersama bukan subjektif & ga ada yang grundel (berbicara) dibelakang.
 Profesional tau kpn bersikap wajar, kapan bersikap serius, kapan bercanda, kapan makan(buat talent wkwk), kapan kerja(kerja2 makan2 jangan kerjaanya makan makanan jatah temen & jangan sampe ga makan & jadi sakit = kinerja menurun),kapan nimbrung,kapan bantu2, kapan bayar iuran .. jangan campurkan masalah pribadi dengan tugas yang jadi kewajiban kita dan/problem pribadi  jangan dijadikan alasan buat ga menyelesaikan kewajiban2 kita baik sebagai fungsionaris, panitia, kru,insan finger kine.
Posisi well sebagai yang muda sewajarnya menghormati yang tua, atau sebagai anggota sewajarnya menghormati koor/ketua. Bukan berarti bergantung, mengutip kata kak iver “kita g butuh orang yang manja” jgn nunggu harus ada inisiatif kerja. sudah gede kn hrsnya sudah tau tugasnya & apa yang harus diperbuat. Dan bukan berarti menuakan karna bisa jadi koor/ketua adalah org yg lebih muda dr km / yg kamu rasa(lagi) kurang cocok dengan km, ingat profesional.
3.       Jagan takut tuangkan idemu.
tapi ingat ide orisinil, plagiasi / modifikasi karya orang lain apapun alasanya itu MEMALUKAN. Banyak2 tulis ide cerita mungkin Cuma terbesit sekilas/ kamu g yakin bakal jadi ‘sesuatu’ nantinya. G papa, g ada orang yang langsung sukses/perfect dengan 1x percobaan, coba & coba terus. Semuanya butuh pengalaman,proses,waktu untuk jadi lebih baik, bukan instan jadi(seminggu-duaminggu)..;)

4.       Yang perlu jadi pertimbangan lainnya: manage WAKTU
Masi berhubungan dgn bbrp poin di atas posisi kita ini sebagai anak dr orang tua & mahasiswa tentunya yg tugas utamanya belajar ingat profesional, FINGER KINE menurutku itu bonus buat kita krn kita kuliah di UKSW..

Khususnya buat cewe & kesehatan baik ce/co. Rutin ok intensif ok, tapi harus ada batasanya jangan over. Mengutip kata ages : “kita bukan mau menyiksa-memforsir-panitia (saat itu)”
Baik itu rapat, syuting, ngumpul2 sekalipun. Jgn sampe dengan alasan finger kesehatan, kuliah, kepercayaan orang tua hilang&berantakan. Wow kita bawa nama baik finger buat orang2 disekitar kita, jgn jadi jelek karna kita sbg insan finger g bisa memanage waktu. Jadi buat jadwal yang jelas & yang jelas jangan dadakan(diminimalisir). Kumpul rapat jam7-9 tet harus mulai&tet selesai.

Ini lo menurutku y dari hal kecil aja kita g bisa ontime kayak tepatin jadwal, kita membiasakan diri malah, jadi kita terbiasa g fokus saat kumpul rapat (melakukan useless movement) toh jam rapat masi bisa diperpanjang/ kumpul stlh rapat. Ok klo mw kumpul2, ngobrol santay, main bercanda, tapi klo kumpul itu buat bahas hal yang seharusnya dibahas dirapat so buat apa rapat?

Kita juga sudah sering dpt kasus terkendala waktu-smpe akhirnya dilarang ortu, khususnya cewe & anak2 baru finger. Well kita ud kuliah, & beranggapan hidup gue, anak film, anak gaul, pulang malem wajar, syuting smp pagi wajar.

...Mungkin bakal jadi mudah buat bbrp orang& ini bakal jadi sandungan buat bbrp org lainnya...

Orang tua,kkek nenek, tante om, kakak, atau bahkan pacar mana yg suka orang yg disayangi(anak)tersebut pulang malam/pagi? Jawabanya g ada bahkan bagi anak co (mungkin sbagian dr mereka -yg peduli td- akan diam aja, tp kita akan dinilai ga profesional krn g bisa memanage waktu) & jelas bagi kesehatan BENAR2 ga bagus.

Ya ok ngejar syuting tp ingat efektif ga itu? Ya kecuali kt butuh take banyak adegan malam hari..its ok. Tp klo keadaan malam dipaksakan siang hmm back to reality jgn memaksakan klo memang alat/kondisi/kemampuan udah tdk mendukung. Krn sesuatu yang dipksakan/ tidak mendukung niscaya hasilnyapun dipaksakan dan tidak mendukung. tp klo mendukung ok g masalah.. Oh ya dari memanage waktu juga profesionalitas terlihat, jgn sampe orang bilang; jadi rapat/pra produksi  yang intens/sampai mungkin smp over itu ga efektif dong? Kenapa semuanya jadi molor/ ga tepat waktu (ga tau waktu). Ingat kita bawa nama baik finger, jgn sampai di cap ‘kurang’ krn faktor kitanya. Itu yang namanya tanggung jawab,loyalitas & kita ada buat finger. Oh ya bisa dibalik dengan memanage waktu kita bisa tetap kumpul kine meski dikejar tugas/tes. jadi Ga ada alasan badmood saat kumpul-rapat-produksi. Ga ada alasan kesehatan turun/kuliah hancur krn kegiatan finger dan jadi batu sandungan kita sendiri krn ortu/org disekitar kita ga ngijinin kita. Jd profesionalitas kita bisa dilihat dari sini.

Dan klo memang pada situasi2 tertentu, penting/pun mendesak dan dibutuhkan waktu kita yang lebih buat finger kita harus siap siaga. Dan ingat selama kita masi dibiayai/blm bisa mandiri dlm keuangan, kita masi dalam teritori anak yg blm bisa berdiri sendiri jadi masi harus sangat dibimbing-nurut sm ortu. Bukan berarti jd anak mama/cemen, tapi hormat sama ortu.

Haduh kog jadi buat novel? Hee semoga berkenan membaca, apa yang dirasa bagus/membangun smg bisa diterima dan dilakukan. Dan apa yang dirasa kurang bisa disaring dan pilah menurut keyakinan dan daya serap ^^,

Kesan wow  hmm incredible, salah1 moment terbaik yg bantu (hidup)saya untuk berkembang, berorganisasi, berkarya, memiliki keluarga yang lain, sedih-senang-tertekan-tantangan-pengalaman-termasuk point2 di atas dan semuanya..thx for all..God Bless finger kine klub"

FINGER ROCK ON!!

Ages :

Tidak ada tempat yang bias menandingi kehangatan suasana kekeluargaan FINGER KINE KLUB, tempat dimana semua bisa tersenyum, FINGER KINE KLUB merupakan potongan keluarga kecil, tanpa memandang perbedaan Suku, Agama maupun RAS, semua bersatu dan tercipta keluarga yang penuh toleransi. Susah untuk meninggalkan FINGER KINE KLUB. 

Harapan kedepannya untuk semua anggota dan calon fungsionaris baru FINGER KINE KLUB, jaga kekompakan antar anggota, ini adalah rumah tangga kita semua, satu rasa sama rasa. Selesaikan masalah bersama-sama, saling terbuka satu sama lain.
teruskan karya-karya yang sudah ada, berharap akan ada terobosan baru dari fungsionaris baru, kembangkan FINGER dan jaga nama baiknya. Jadilah anggota yang solid.

satu hal yang perlu diperhatikan, persiapan saat akan melakukan produksi film, persiapkan semua dengan matang, meski persiapan ber bulan-bulan tapi yang terpenting adalah hargai sebuah proses, jika proses sudah bagus bukan hal yang tidak mungkin hasilnya  akan sempurna. Jangan berhenti berkarya meski dibatasi oleh birokrasi dan hal yang menyulitkan FINGER. Pupuklah rasa kebersamaan dan solidaritas antar keluarga FINGER, jangan lupakan senior.  Senior selalu siap membantu.

satu hal yang selama ini sudah ditekankan dari awal masuk FINGER hingga sekarang tolong diperhatikan lagi. “Sediakan waktu anda untuk FINGER, bukan FINGER yang menyediakan waktu untuk Anda”.


Francklyn :
"masukan apa aja yg butuh dikoreksi untuk finger kedepan,
periode ini masih sama seperti sebelumnya, divisi produksi masih kurang buat jadwal shooting, humas n litbang masih kurang aktif juga buka koneksi, sama properti harus lebih kreatif dengan peralatan finger.
-pesan selama difinger,
lebih kompak dalam hal kunjungan luar kota, saling terbuka satu sama lain.
-kesan selama difinger,
teman (bukan keluarga) yang baik."

Divisi Litbang 

Oktavia ( Koord Litbang)

kesan:
"Menjadi bagian keluarga Finger kine klub Berkesan sekaliiiii!!!!.... banyak pengalaman yang didapat ya dari senang, marah, kecewa, sedih semua itu dirasain di Finger Kine. Gak rugi masuk dan menjadi keluarga finger kine klub..."

Pesan untuk Finger:
1.      Untuk ketua dan fungsionaris baru, terus membuat Finger kine klub menjadi lebih baik dari yang sekarang. Menerima saran itu baik, tpi juga qt harus memilih, jangan saran itu diterima terus. Kalo dikritik diterima yah, buat kebaikan finger jg.
2.      Kalau mau produksi film lebih dipersiapkan pra produksi, produksi dan pasca produksi. Supaya hasil nya pun lebih baik biar waktu, tenaga dsb ga terbuang
3.      Untuk angkatan baru, sering – sering ikut workshop. Jangan hanya berpatokan dari materi yang diberikan oleh litbang. Krna litbang pun punya keterbatasan, dengan kalian ikut workshop bisa menambah ilmu- ilmu.
4.      Kalau ada festival ikut ja, ga harus ngirim film. Dengan kaya gitu kalian bisa kenal – kenal dengan komunitas film, bisa berbagi informasi juga, mungkin menambah ilmu jg. Jangan hanya datang ke festival Cuma nonton ja, percuma kalau gitu mending tidur dirumah!!. Kita juga harus membangun relasi ke luar dan itu bakal menguntungkan buat qt.
5.      Untuk litbang , dibikin program – program untuk kedepannya. Supaya lebih tertata.
6.      Untuk yang bakal lanjut, jangan hanya ikut finger Cuma mau dapet poin n Cuma mau maen2 ja. Kalo mau kaya gitu mending ga usa ikut finger. Finger butuh komitmen nya ga mau yang setngh2. Qt disini santai tapi bertanggung jawab.
7.      Tetep jaga hubungan dengan senior – senior.


Pesan untuk Saffest:
1.      Dari yang sya baca selalu dikomentarin adalah LO, kan dari awal  uda sya bilang LO hrusnya sie sendiri dan tidak dijadi satukan ke Acara. Tapi ga didengar ya sudah. Jadi untuk kedepannya lebih baik LO disendirikan agar kerjanya lebih maksimal.
2.      Untuk Usda, sya sih hanya saran untuk proposal lebih di detailkan misalkan ada spanduk itu dikasi gambar ukuran nya berapa, letaknya disebelah mana. Begitu juga dengan di brosur, kalo ada stand dsb. Dan selalu ingat klo untuk perusahaan, dia menginginkan event yang besar / nasional artinya  jumlah peserta besar jg. Jadi diusahakan di proposal itu untuk target peserta ya dilebih2 kan. ( aq liat pas magang di coca cola)
3.      Untuk rekrut kepanitiaan saffest jangan hanya berdasarkan dia temen or sahabat karna belum tentu kerjanya oke.
4.      Untuk acara lebih dimatengkan acaranya, jangan sehari sebelumnya rubah acara. dilihat lagi kalo acaranya emank untuk umum ya berarti km harus bikin waktu sore hari smpai malam karna kalo disiang hari percuma ga ada yng nnt..
5.      Publikasi, ditingkatkan lagi ya. Seperti pembagian brosur isi2nya lebih di detailkan lagi. Kalo untuk lomba ya lomba, untuk nnt ya nnt. Kalo bisa buat FB nya jg biar ga tergantung dari Litbang terus.

Pesan untuk Kupas:
1.      Untuk rekrut, ga usah dilakuin wawancara or bikin sinopsis n dsb, Pake seleksi alam aja. Toh ntar juga keliatan yang berkompeten.
2.      Untuk ketua kupas harus tegas, A ya A jgn A trus B. Ntar wali2 nya jg bingung sendiri n Ujung2 nya wali lgy yang disalahkan. N ketua harus ngerti posisi wali yah kya gimana.  
3.      Sering – sering praktek jgn hanya materi sja.


Sekian dari sya, maaf kalo misalkan ada yang tersinggung. Ini Cuma pendapat dan saran  saya..
Tetep semangat dan Terima Kasih  Finger!!!!


Tika :
masukan apa aja yg butuh dikoreksi untuk finger kedepan,
finger saat ini masih kurang melihat kekurangan yg bisa menjadi acuan ataupun patokan dari peride sebelumnya sehingga kekurangan2 yg muncul adalah kekurangan yg setiap periodenya sama dan tidak belum memberikan progress yg beda yg dapat dibanggakan. semoga finger kedepan dapat belajar dari pengalaman melihat kekurangan untuk diperbaiki kedepannya.
-pesan selama difinger,
untuk periode depan teman2 finger harus bisa menguasai peran dan fungsi finger, dan peran dan fungsi kalian berada difinger untuk apa. selanjutnya teman2 finger harus lebih semangat dalam menjalani sesuatu apapun tantangannya.
-kesan selama difinger,
finger itu santai, nyaman asiklah juga seru.

Divisi Humas 

Wiwit ( Koord divisi Humas)

kalo ditanya masukan apa aja yang butuh dikoreksi, aku ada beberapa saran...
1.      Mulai dari materi cari banyak referensi ya, banyak tuh artikel2 tentang bikin film, ikutan workshop film, dari ini aja aku sebenarnya sangat menyayangkan kalian banyak yang ngk ikutan, contoh nya waktu di WORKSHOP LA LIGHTS INDIE MOVIE JOGJA dengan pembicara nya itu  Jujur Prananto & Casandra Masardi  nah kalo bisa event kayak gini dimanfaatin dng semaksimal mungkin buat cari ilmu dari mereka siapa tau dari kalian bakalan diajak produksi besar bareng ma sutradara terkenal seperti abang Monty Tiwa mungkin atau bahkan mungkin sekelas senior mas Garin Nugroho apa ngk kesempatan emas tuh,, buat ketemu ma scriptwritter internasional kayak Prof R. Krevolin yang bikin script Hollywood punya aja itu bisa terjadi kok gays.., kalo engak baca blog filmaker yang banyak GRATIS banget buat di unduh... dari situ kita bakalan banyak banget masukan, ngk melulu tugas lidbang kok ini, semuanya aja yang punya link yang berbau film saling share deh, kan jadi makin akrab.. hahhaha :D
2.      Dari teman2 yang sering bertemu dengan komunitas, atau berteman dengan banyak teman2 komunitas, ngk ada salah nya kan kalo kamu-kamu juga promisiiin FINGER kita yang tercinta ini, cari kontak mereka, tukeran film dengan mereka, buka diri buat membaur dengan mereka.. kine kan ngk cuma kita jadi lewat mereka pun kita juga dapet manfaat, misal nih kita perlu bantuan buat teknis waktu produksi siapa tau mereka ada masukan, atau bahkan mau bantuin, nah ntar waktu mereka ada acara “FESTIVAL”, misalnya, trus kalian dateng ke acara itu, nah tolong jangan ogah-ogah an ya, kalo emang ngantuk atau mau ngerokok mending keluar cari udara segar,, jangan keliatan dulu aja biar agak sopan gt kesannya.. soalnya dari pengalamanku itu perlu,, buat jaga tali silahturahmi hahahay..
3.      Ow ya buat teman2 aku saranin mulai dari dini kalian yang belum merasa dapet passion kamu itu suka dalam teknik apa, kalo mau jadi director ya mantapkan hati, memperdalam ilmu dengan baca buku, materi, ikutan workshop, belajar dari pengalaman orang lain itu cara paling efisien gays, hahhhaha jadi jangan anggap sepele hal itu , mulai deh kalian menggali kemampuan kalian, mulai diasah, kalo pertama gagal, jangan menyerah jadikan kegagalan itu tolok ukur kalian, bahwa kalian harus lebih dari itu..
Kalo hasil jerih payah kamu ngk dianggap penting ma orang lain, dan kamu sakit hati...saran ku buang jauh2 pikiran itu..“ini cara gue, ini film gue, dan gue yakin lo juga belum pasti bisa bikin karya kayak gini” itu yang harus kamu pegang,, “ini kalo keadaannya kamu di “DIHINA” lhoooooo....” jadi bedaain ya sama dikritik hahhhah
4.      Bikin jadwal kegiatan per 6 bulan kalian bakalan ngapain aja, selain produksi rutin dan rapat rutin diluar kuliah, festival mana aja yang bakalan didatengin, paling ngk selain dapet ngerasain festival Film, kamu dapet tambah teman, tambah referensi film, masukan2 kan kalian juga jalan2 ahhha, nge-refresh pikiran...

Nah kalo ngomongin kesan di Finger,,,
Sebelumnya aku makasih banget dengan kelurga ini, aku sekarang ini bukan apa-apa kalo aku ngk mengenal Finger Kine Klub, mulai dari produksi kupas yang sangat berkesan buat aku “a film by :yosefina I. Mirino : Never End”  karena itu waktu pertama kali aku ikutan bikin film pendek, kemudian mengalami produksi besar yang “TERTUNDA” penyelesaiannya... T.T, dimarahin senior,, moment sampai pada pendiri Finger datang kesini memberikan wejangan nya yang good banget,, wwkwkkwkwk komplit banget, namun ngak cuma hal itu yang terjadi di keluarga ini, saat tertawa bersama, makan bareng2, tidur berjejer kayak pindang, berjuang gmn susahnya bikin sebuah festival film, ahhahahhaha sampai pada kini aku ikutan beberapa produksi film dibawah naungan sebuah PH film, itu karena keluarga finger ini yang mampu membuat mentalku ditempa menjadi seperti ini, jadi mental baja.. huuhuhuuhuuhuhuhuhu bukan hal mudah memang mencapai pada hal ini, karena ini juga didapat dengan proses yang susahh.. terkadang teringat dengan ucapan senior “ jangan melupakan sebuah proses, gagal itu biasa, tapi jadikan kegagalan itu, motivasi dalam diri kamu..” huhuhhuhhuhuh serasa ada obat tersendiri dalam diri, kadang merindukan saat2 bersama, shooting rame2, berantem mulut waktu pra produksi, moment2 yang kadang muncul dalam kesendirianku saat aku ngk dikota salatiga, apa lagi kalo tau Finger lagi rapat dan aku masih di lokasi berbeda dengan temen2 yang lagi rapat L. Walaupun berbeda tempat namun kehangatan dalam keluarga ini yang selalu teringat dan kembali membangkitkan semangat.


Bayu

“Selama di finger kine klub saya merasa bangga dan senang karena mendapatkan banyak hal serta pelajaran mengenai perfilman susah dan senang semua dalam satu keluarga finger kine klub salatiga. Intinya selain belajar berorganisasi, kerja keras juga belajar bagaimana berinteraksi. Pesan untuk Finger bangun budaya evaluasi yang sekarang mulai punah yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja individu, penilaian antar personal mungkin tiap individu berbeda tapi itu harus dimulai untuk kebersamaan dalam perbedaan. Karena kendala cara bergaul dalam suatu komunitas itu mempengaruhi kinerja team.”

Rara:

Kesan saya selama menjabat fungsionaris finger divisi Humas periode 2011-2012. Ada hal yang berbeda yang saya rasakan, mulai dari gaya kepemimpinan yang sangat berbeda dari periode sebelumnya. Ada perubahan yang berdampak baik yang saya rasakan ada pula hal hal yang ditinggalkan dan mungkin berdampak tidak baik bagi saya. Hal yang berdampak baik itu seperti pengetahuan baru yang saya dapatkan dalam proses shooting yang saya di periode ini biasanya di periode sebelumnya saya menjabat sebagai UM sekarang saya memiliki kesempatan dapat membantu proses lainnya sehingga saya yang dulunya tidak mengetahui secara detail produksi menjadi tahu. Dan di periode ini saya mendapat kesempatan menjadi wali bagi anak2 baru, sebenarnya ini adalah kesempatan yang baik karena harusnya saya bisa belajar bagaimana menjadi lebih dewasa dari sebelumnya. Menurut saya periode ini lebih baik dari periode sebelumnya karena lebih disiplin dan lebih terkonsep.
Ada hal yang baik ada pula perubahan yang kurang baik menurut saya. Hal yang saya anggap kurang baik itu terkait dengan hilangnya kebiasaan ngumpul2 finger pada periode ini. Sehingga saya menganggap pemimpin pada periode ini kurang perduli pada anggotanya. Dan mungkin hanya sekedar saran saja untuk ketua periode ini, lebih baik ketika anak buahnya berbuat sesuatu yang dianggap salah seperti tidak dapat hadir atau sebagainya ketika rapat sebaiknya ditanyai saja dahulu kenapa atau bagaimana secara sms ataupun bertatap muka secara langsung karena menurut saya itu akan lebih baik daripada kesalahan dari anak buah tersebut di dengar oleh pihak lain sehingga menimbulkan kesalah pahaman.
Terima kasih dan minta maaf sebelumnya 
Maju terus untuk FINGER KINE KLUB

Divisi Property 

Dimas ( Koord Divisi Property)

Selama saya ikut finger selama kurang lebih 3 tahun serta menjadi periode selama 2 tahun membuat hidup yang awal buta sekali tentang sinematografi menjadi tahu bagaimana cara membuat film serta dan saya menjadi lebih menyenangkan serta sedih menjadi satu selama menjadi keluarga Finger Kine Klub. Dan Finger Kine Klub menjadi salah satu keluarga baru dalam perjalanan hidupku ini, saya pun tidak akan pernah lupa tentang semua kenangan yang sudah terjadi bersama Keluarga Finger Kine Klub. Semoga Finger Kine Klub semakin sukses serta memunculkan para sinematografer2. Cukup sekian dan terima kasih. Salam Sinematografi buat kalian semua semoga kita bisa terus membuat film setelah kalian tidak menjadi fungsionaris lagi.

Joandi

Masukan apa aja yng butuh dikoreksi untuk finger kedepan, untuk anggotanya harus lebih inisiatif, jangan nunggu disuruh saja. Kalo mau saffest lagi,mending sebelum dilakukan promosi( kegiatan non struktur) sebelumnya dengan cara nonton barng didesa – desa boleh indoor maupun outdoor. Nggak perlu ake layar gede – gede juga ngga apa  apa, cukup pake layar potrable yang klo kita pinjemxion bisa dapet gratis layarnya, ntar kan tinggal ijin RT RW situ boleh ngga. Di acara terus kalian isa ngasih info lewat lisan maupun visual ( berupa video dan foto) bakal ada saffest dengan begitu kan orang salatia tahu kalo ada fistival film. Lagan di desa –desa gitu masak ngga ada sound system, paling kalian Cuma pinjem LCD doank.
Terus di saffest itu mending LO untuk tiap tamu undangan( misal juri yang membawa rombongan sendiri) minimal 2 – 3 orang yang pertam buat ajak ngomong kedua jadi supir dan yang ketiga itu kalo ada tamu butuh sesuatu dia yang bantu nyariin ( nga ada juga ngga papa). Jadi LO itu juga langsung ngurusin makannya tamu langsung ngga perlu lewat sie konsumsi biar ngga ribet komandonya. Buat saffet yang kedua , jangan terpatok dengan system kepanitiaan dan semp*k  atau mana itu  isalnya menurut semp*k ada sie akpertrans tapi saat kita melaksanakan kegiatan sie tersebut cukup kepontnang – panting dalam menghandelnya mungkin dikarenakan kurang koordinasi dan anggota tiap sienya kurang tanggap. Jadi sebaiknya seperti transportasi itu masuk tugasnya LO terus dalam laporan sesuai saja dengan kemauan semp*k tapi realnya kita bikin beda tgas tiap sienya. Yang terakhir buat saffest, acaranya tolong dimatengin lagi misalnya waktu awarding aja ngga tau yang mau kasih siapa terus ngga ada lagu pengiringnya sepi – sepi aja gitu. Oh ya sarang daribang iwan juga, ngundang wartawan biar kedepannya lebih dikenal saffestnya, tolong saffestnya lebih dimeriahkan.

Pesan & kesan
Mungkin disini aku ngga isa memberikan kinerja yang maksimal buat finger, tapi buat yang mau jadi fungsionaris jangan setengah – setengah ikut finger. Di sini Finger butuh loyalitas kalian, jadi kalo setengah – setengah ikutnya, mending ngga usah jadi fungsionaris dari paa menghambat orang lain. Seperti di awal dikatakan tolong lebih inisiatif, kalian boleh bercanda, tapi tunjukan hasil yang bagus. Memang di finger jadi keluarga kedua buatku jadi keluaa ini harus di jaga baik p- baik.


Brian
1.      Dilihat dari semua kinerja sudah bagus, semua SIE udh bekerja dgn bagus,walaupun blm maksimal 100%, dan  yang harus di perbaiki oleh finger adalah, kalau bisa perlengkapan finger harus bisa lengkap, tidak perlu yang terlalu mewah atau mahal, dll,, tetapi yang standart aja yg sesuai dgn ketentuan.  Agar pada saat penyutingan tidak bingung dgn alat2 kurang dll. Dan sebelum penyutingan agar bs di persiapkan min 2 bln sblm penyutingan, dari cerita,lokasi, alat2, treatment, skenario, dll...
2.      Pesannya adalah semoga anggota finger semakin kompak, semakin bersatu, jangan ada perpecahan, karena kita semua adalah keluarga dan kalau bisa waktu rapat datng lebih tepat waktu lagi. Dan semoga kedepannya finger semakin mantap, dan di usahakan agar sekali2 finger rekreasi bersama.
Kesan selama di finger ; kesannya cukup menyenangkan, bs menambah ilmu, pertemanan, dll, bisa belajar watak atau karakter teman2 selama bekerja. Pokoknya top dech, masuk di finger. Berbagai karakter ada di finger semua

Vimara
masukan : seimbangkan antara teknis dan cerita pada saat produksi

pesan : tetap kompak selalu dan jangan lupa senyum sampe pagi

kesan : tempat terindah adalah surga dan finger kine klub

Christian :
Yang perlu dibenahi di finger itu
1. kalao rapat atao mw membicarakn sesuatu yang penting harus tepat waktu
2. Untuk waktu fokus tetap fokus jgn dicampur dengan bercandaan
3. tetep semangat!


Pesan q:
1. lakukan dan berikan yang terbaik
2. jadi tim yang gak cuman omong doank. tpi tunjukan kalo finger itu bukan klub yang bisa diinjak - injak rpi klub yang terbaik


kesan q
1. apa ya? bingung... hhahahahahah

NB : Terima Kasih kepada Fungsionaris yang sudah memberikan kesan dan pesannya untuk Finger Kine Klub, jangan ada yang tersinggung ya jika kesan dan pesan diatas menyindir seseorang atau lembaga apa pun. Semoga dengan kesan dan pesan diatas dapat membuat perubahan diFinger Kine Klub untuk kedepannya!!!
























Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar