Sabtu, 26 Mei 2012

LAPORAN SALATIGA FILM FESTIVAL


Seiring dengan mulai gencarnya perfilman di Indonesia, dan diikuti dengan semakin banyaknya komunitas-komunitas Film yang muncul di kalangan masyarakat Indonesia, maka semakin banyak pula karya-karya sinematografi yang dihasilkan, tetapi sayangnya perkembangan tersebut belum terlalu diperhatikan oleh pihak-pihak pemerintahan, kurangya wadah untuk menyalurkan karya-karya sineas ini cukup menjadi sorotan yang menarik perhatian.
Bertolak dari permasalahan diatas maka pada tanggal 19 – 21 April 2012, untuk pertama kalinya di Kota Salatiga diselenggarakan Festival film skala nasional yang dikenal dengan “SALATIGA FILM FESTIVAL (SAFFEST)”, Dimana Finger Kine Klub Salatiga sebagai penggagas diadakan acara tersebut. Finger Kine Klub merupakan organisasi sekaligus komunitas film indie di bawah naungan Fakultas Ekonomika dan Bisnis(FEB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga.
Acara ini merupakan kompetisi Film Indie (Film Independent) yang bertujuan untuk melihat sejauh mana karya-karya anak bangsa dalam bidang sinematografi. Dalam acara ini pihak SAFFEST mengundang juri yang sudah tidak diragukan lagi pengalaman mereka di dunia perfilman Indonesia diantara nya Bapak Arturo G.P dan Faozan Rizal.
Acara yang berlangsung selama tiga hari ini dimulai dengan pemutaran beberapa film yang dikirimkan oleh peserta SAFFEST yang di ikuti oleh peserta dari beberapa kota di Indonesia diantara nya berasala dari kota Bandung, Semarang, Aceh, Jogjakarta, Solo dan beberapa kota lain nya.
Pada hari kedua Salatiga Film Festival, kami mengadakan acara nonton bareng di gedung auditorium FTI UKSW dengan menghadirkan film “Negeri di Bawah Kabut” film documenter yang sempat menjadi juara pada Dubai Film Festival, tidak lupa pihak SAFFEST menghadirkan Sutradara dari film tersebut Shalahudin Siregar. Kemudian pada malam hari, kami mengadakan acara layar tancap yang bertempat di halaman parkir UKSW.
Pada hari terakhir acara SAFFEST, panitia kembali mengadakan nonton bareng film “MELODI KOTA RUSA 2” dimana film ini pertama kalinya diputar di pulau jawa, kehormatan bagi SAFFEST dapat menghadirkan film tersebut bersama sang pembuat film tersebut, diantaranya Sutradara dari film tersebut Irham Acho Bachtiar, serta pihak Merauke Enterprise dan tidak ketinggalan aktor dan pihak dinas Pariwisata merauke.
Acara yang berlangsung selama tiga hari ini ditutup dengan pengumuman dan penghargaan untuk film terbaik yang diterima oleh film “RAHASIA”. Semoga dengan deselenggarakan acara ini, selanjutnya akan semakin banyak peminat film di Kota Salatiga yang memulai membuat dan terjun dalam bidang perfilman.
“Tetap dukung terus perfilman Indonesia, Teruslah berkarya..”
“Continua a apoiar a Indonesian industria cinematografica”
 “Keep support the Indonesian’s film industry”
Salam Sineas

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar